Tentang "Kapan Kawin?"

Lebaran ini saya 'disidang' 2 keluarga besar dengan pertanyaan "kapan kawin?" Yasudahlah, memang nggak bisa menghindar, kan?

Saya sebetulnya santai, tapi lama-lama lelah juga akan tatapan aneh orang-orang saat saya bilang "aduuuh ribet. Nanti aja". Saya pun susah menjelaskan bahwa saya 'nggak mau dicariin, males nyari, dan yakin nanti juga ketemu'.

Akhirnya, saya sekalian menjabarkan:

  1. Saya nggak mau pesta besar tapi undangannya banyak yang nggak saya kenal.
  2. Saya nggak mau keluar duit banyak cuma buat resepsi yang melelahkan di gedung.
  3. Saya nggak mau pakai adat.
  4. Saya malas meladeni permintaan gabungan 4 keluarga besar. Keluarga besar papa-mama aja udah pasti banyak maunya. Kalau harus meladeni juga permintaan camer........ :|
  5. Daripada ribet, saya mending sekalian nikah sama bule. Atau orang Indonesia yang keluarganya asik, punya pemikiran terbuka soal nikah itu tentang ikatan 2 manusia, bukan urusan beberapa kelompok besar keluarga.
  6. Saya mau pakai gaun. Kebaya gpp, tapi nggak mau paes-paesan dan cukur alis sampai botak terus bisa liat tuyul.
  7. Saya mau calonnya bisa memastikan anggaran buat ART selama setahun, aman. Gpp deh tinggal kontrak sepetak. Most important thing is someone has to help us doing house chores.

Saya bahkan menambahkan, untuk memastikan bahwa undangan yang datang adalah benar-benar orang terpilih, saya maunya di luar kota atau luar negeri sekalian. Nggak perlu juga pakai ada 'beban kolektif' piala-piala bergilir segala. Nggak penting.

Di pinggir pantai, bisa bebas berkeliaran nggak cuma duduk anteng di pelaminan. Itung-itungan duitnya nanti dipikirin kalau udah ada calonnya.

Adek saya sinis. Ngayal, katanya. Bodo amat. Apa salahnya berkhayal? Kalau semua orang kayaknya mau tau banget kapan saya nikah, sekalian saya kasih tau aja kenapa saya malas bahas nikah. Karena tau banget 7 poin di atas hampir mustahil. Khayal babu.

Ya tapi kalau ada yang mau lamar saya dan bisa meyakinkan saya bahwa 7 poin di atas bisa benar-benar terwujud, I'm all yours! Just pick a date. That's it. Puas?

So if anyone come to me and ask that 'when' question again, the answer is when there's someone that can assure me I'm happier together than being single. A leap of faith.

Satu catatan penting: saya nggak mudah diyakinkan. Just don't waste your time.

Comments

ceritanya menarik kak.. ooo iya kak kalau ingin tahu tentang cara membuat website yukk disini saja.. terimakasih
Anonymous said…
ceritanya menarik kak.. ooo iya kak kalau ingin tahu tentang cara membuat rumah tangga yang asik yukk ke saya saja. terima kasih